Welcome to Kisah-Kisah Inspirasional Blog. This Blog is created and designed by Arief Kurnia Irawan

Inspirasi Bangkit

Terpuruk dan bangkit adalah warna yang melengkapi wajah kehidupan setiap kita. Terlepas sedalam atau sedangkal apa keterpurukan itu, setiap kita setidaknya pernah merasakan pahit, gagal atau bahkan terjengkang dari arena kompetisi hidup yang keras ini.
Diantara karunia terbesar yang diberikan Allah kepada manusia, adalah potensinya untuk bangkit setelah mengalami keterpurukan. Maka bangkit adalah anugerah. Tetapi bangkit dalam praktik adalah wilayah ikhtiar yang memerlukan spirit, ketangguhan, dan juga cara pandang yang jernih. Bangkit tak akan bisa terasakan manis tanpa ada pembanding: pahitnya keterpurukan.
Dalam blog ini saya coba tampilkan beberapa contoh sosok manusia yang mampu bangkit dari keterpurukan, sosok yang mampu berjuang untuk bangkit kembali. Mereka mungkin bukan segala-galanya. Tapi mereka mewakili sebuah situasi yang barangkali tidak semua orang mampu tegar menghadapinya.

Tampilkan postingan dengan label Kisah Sejati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Sejati. Tampilkan semua postingan

Senin

Zhang Da, Kisah dari Negeri China

Zhang Da

Di provinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati, membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat, maka mereka pun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan negara yang tinggi kepadanya.
...
Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 pemerintah China, di provinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara nasional ke seluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik di antara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia kini berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luar biasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da dan apa yang dilakukannya, maka saya mau katakan bahwa ia luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.

Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggung jawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk papanya dan juga dirinya sendiri. Ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggung jawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah, di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

Zhang Da Merawat Papanya yang Sakit
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggung jawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya. Ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya. Semua ia kerjakan dengan rasa tanggung jawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggung jawabnya sehari-hari.

Zhang Da Menyuntik Sendiri Papanya
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur 10 tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, saya pun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,

"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah? Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"
Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu." Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!" demikian Zhang dan bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu. Saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya? Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya, pasti semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
(Selengkapnya/Baca Lagi)...

Sabtu

Pembuat Jam

Pembuat Jam
Ada sebuah cerita mengenai seorang pembuat jam. Pada suatu hari ia membuat sebuah jam tangan kecil untuk dipakainya sendiri. Uniknya, pembuat jam ini dapat berbicara dengan jam tangan kecil yang dibuatnya itu.
Ketika sedang membuat jam tangan kecil tersebut, pembuat jam itu bertanya: “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak sebanyak 31.536.000 kali dalam setahun?” Karena merasa tidak sanggup menanggung beban tersebut, jam tangan kecil itupun menyatakan keberatannya kepada sang pembuat jam dan berkata: “Aku tidak sanggup kalau harus berdetak sedemikian banyak.”
...
Mendengar jawaban jam tangan kecil itu, pembuat jam itupun kembali bertanya: “Bagaimana kalau sebanyak 86.400 kali dalam sehari?” Karena beban tersebut masih terasa berat baginya, maka jam tangan kecil itupun kembali menolak dan berkata: “Beban itu masihlah berat bagiku. Aku takut kalau-kalau aku tidak sanggup melakukannya.”Sang pembuat jam pun kembali menawar: “Bagaimana kalau 3.600 dalam satu jam saja?” Jam tangan kecil itu masih saja merasa keberatan dan berkata: “Ah, beban itupun masih terasa berat bagiku. Aku tentu akan kelelahan kalau harus berdetak sebanyak itu.”Akhirnya pembuat jam itupun mengajukan sebuah tawaran terakhir: “Bagaimana kalau satu kali tiap detik?” Mendengar penawaran terakhir itu, jam tangan kecil itupun menjawab: “Satu kali tiap detik? Itu sangatlah mudah! Tentu saja aku sanggup melakukannya.” Kemudian sang pembuat jam pun segera menyelesaikan pembuatan jam tangan kecil tersebut. Setiap detik jam tangan kecil itu berdetak. Tanpa terasa satu tahunpun berlalu dan ia telah berdetak sebanyak 31.536.000 kali.Banyak orang membuat target yang terlalu tinggi dan perencanaan yang terlalu banyak untuk jangka waktu 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, atau 20 tahun kedepan ketika mereka hendak memulai bisnis mereka. Mereka memikirkan resiko-resiko yang mungkin terjadi dalam jangka-jangka waktu tersebut dan mencoba mengantisipasinya sejak semula. Dengan berbuat demikian mereka kira mereka akan dapat menjalankan bisnisnya dengan baik dan lancar. Akan tetapi, faktanya banyak orang yang berbuat demikian justru mundur di tengah jalan. Sebagian mundur sebelum memulainya karena memandang beratnya beban yang harus mereka hadapi. Sebagian yang lain memulai bisnisnya dengan penuh semangat dengan menanamkan dalam dirinya bahwa ia dapat melakukannya, tetapi seiring berjalannya waktu semangat itupun memudar. Setiap kali mereka mendapati bahwa mereka gagal mengerjakan rencana-rencana yang telah dibuatnya, hati mereka menuduh dan melemahkan semangat mereka dengan berkata: “Nah, kamu gagal lagi kan? Kamu tidak sanggup melakukan rencana-rencanamu kan? Sudahlah, engkau tidak akan sanggup mengerjakan semuanya itu. Targetmu terlalu tinggi bagimu, engkau tidak akan sanggup mencapainya.” Akhirnya mereka frustasi dan mundur dari bisnisnya.Rekan-rekan pebisnis, menentukan target dan goal yang hendak kita capai adalah hal yang penting, karena target dan goal akan menentukan ke arah mana bisnis kita akan berkembang. Akan tetapi, ingatlah, kita tidak mungkin membangun bisnis yang besar dalam waktu yang singkat. Selalu ada proses yang harus kita jalani langkah demi langkah setiap hari.Bila anda merasa tidak mampu membangun sebuah bisnis yang berskala besar, cobalah membangun sebuah bisnis yang berskala kecil. Bila anda merasa tidak mampu membangun sebuah bisnis yang berskala kecil, cobalah membuat rencana kerja yang mungkin dapat anda kerjakan dengan baik selama setahun. Bila hal itupun masih terasa berat bagi anda, cobalah lakukan pekerjaan anda hari ini dengan sebaik-baiknya dan ulangi kembali keesokan harinya. Dengan berbuat demikian, satu atau dua tahun ke depan anda akan mendapati bahwa kondisi anda telah jauh lebih baik dari pada kondisi anda hari ini.Jangan membebani hati dan pikiran anda dengan target dan rencana-rencana yang anda buat untuk 15 atau 20 tahun ke depan, tetapi berusahalah memberikan hasil maksimal dengan melakukan yang terbaik pada hari ini saja. Begitu pula dengan hari esok, minggu depan, bulan depan, dan tahun depan. Ulangi hal itu setiap hari. Niscaya anda akan mampu mencapai target dan goal anda pada waktunya.Akhirnya, salam sukses untuk anda!
(Selengkapnya/Baca Lagi)...

Farrah Gray

Farrah Gray

Pengantre Makanan yang Jadi Real Millionaire
Muda dan tidak manja, itulah yang melekat pada sosok Farah Gray. Dia telah menjadi milliarder sejak usia 14 tahun. Kini di usianya ke-25, dia makin mengibarkan sayap di dunia bisnis.

Melihat sosok Gray seperti layaknya anak muda kulit hitam Amerika lainnya. Namun, dari segi pemikiran, dia merupakan figur yang berbeda. Pada 2008, dia meraih penghargaan AOL Black Voices sebagai tanda Black History 2008.
Dia juga dinominasikan sebagai salah satu orang kulit hitam paling berpengaruh di Amerika oleh The National Urban League's Urban Influence Magazine. Ebony Magazine bahkan menyebut Gray sebagai ikon entrepreneur, pengusaha sukses, dan penulis laris.
...
Gray yang lahir pada 9 September 1984 itu sempat hidup dalam keprihatinan karena keluarganya bercerai. Sang ibu memilih untuk membesarkan Gray bersama empat kakaknya. Berniat membalas dendam masa lalunya yang suram, dia pun ingin menjadi orang kaya.
Inspirasi menjadi orang kaya didapat dari sang ibu. Ketika harus meambanting tulang demi anak-anaknya, sang ibu tak pernah mengeluh. Ibunya selalu mendidik Gray untuk tidak mengeluh dan menyalahkan takdir.
"Hidup itu sebuah pilihan, tinggal bagaimana kita menentukan mau jadi apa kita dalam hidup ini. Orang baik yang berguna bagi banyak orang atau menjadi orang jahat yang merugikan orang lain," katanya pada CNN.
Pada usia enam tahun, dia menghasilkan USD 9 pertamanya dari menjual lotion. Di usia delapan tahun, dia mendirikan sebuah klub bisnis. Di usia 14 tahun, Gray menghasilkan USD1 juta pertamanya. Di usia 16 tahun, dia telah menjadi reallionaire, seorang pengusaha paripurna yang kaya luar dalam.
Singkat cerita, dia pun memiliki sebuah perusahaan sirup, perusahaan media yang menerbitkan beberapa surat kabar dan majalah, dan perusahaan pembuat acara-acara top televisi Amerika. Dia mampu memutarbalikkan fakta bahwa orang kulit hitam hanya menjadi pemain basket dan penyanyi rap. Dia membuktikan bahwa keturunan Afro-Amerika juga bisa menjadi pengusaha sukses.
Pada usia delapan tahun, Gray berkenalan dengan rekan ibunya yang bernama Roy Tauer. Gray pun kemudian meminta Roy menjadi mentor bagi bisnisnya. Saat itu dia sudah punya kartu nama dari kertas karton yang dia potong persegi dan diatasnya ditulis "Farrah, CEO Abad 21". Dia selalu memberikan kartu nama ketika berkenalan dengan rekan bisnisnya.
Dengan bimbingan Roy, Farrah Gray kemudian membentuk organisasi bisnis bernama Urban Neighborhood Economic Enterprise Club (UNEEC). UNEEC adalah klub bisnis yang beranggotakan anak-anak kecil di sekitar tempat tinggalnya yang diajak oleh Gray dan yang berobsesi untuk menjadi orang yang kaya kelak. "Untuk menjadi pengusaha kita harus berpikir positif. Kita tidak hanya melakukan semuanya semata-mata untuk memperoleh uang," kata Gray pada ABC News.
Saat ini dia memiliki perusahaan makanan Farr-Out Foods yang memproduksi sirup dan badan keuangan NE2W Venture Capital Fund. Dia juga memproduksi tayangan-tayangan di televisi mulai talkshow hingga pertunjukan komedi di bawah bendera INNERCITY Broadcasting. Dia bahkan menjadi salah satu pembicara favorit anak-anak muda.
Bagi Gray, bisnis selalu datang dari inspirasi yang bisa digali pengalaman. Seperti ketika mengikuti kakaknya ke Inggris, dia tertarik sejumlah telepon umum yang menggunakan kartu untuk mengoperasikannya. Telepon ini banyak digunakan anak-anak untuk menelepon keluarganya di rumah. Kembali ke Amerika, dia mencari investor dan mulai memproduksi telepon kartu ini dan menamakan produk tersebut dengan Kidztel.
Gray berkeliling Amerika untuk menyebarkan dan membagi cerita kesuksesannya kepada ribuan orang. Di usianya yang sangat muda, Gray sering diundang untuk menjadi pembicara dengan tarif hingga USD10.000 sekali tampil.
Dalam aksi sosialnya, Gray membentuk sebuah badan amal yang bergerak untuk membantu penderita leukimia. Organisasi nirlaba ini memberikan dukungan biaya kepada penderita yang tidak mampu.
Sementara itu Gray juga berbagi cerita bagaimana menjadi orang kaya. Dalam bukunya berjudul Reallionaire, Gray membuka rahasianya sehingga bisa berubah dari seorang anak yang harus antre makanan dengan kupon bantuan publik menjadi pengusaha sukses. Istilah Reallionaire adalah ciptaan sang penulis, yang panjangnya Real Millionaire.
Dia memberi trik dan tips menjadi kaya dengan beberapa langkah berdasarkan versi Reallionaire antara lain memahami kekuatan sebuah nama, bagaimana mengubah penolakan menjadi kesempatan, dan bagaimana meraih setiap kesempatan. Selain itu, bagaimana juga mengikuti arus, tapi tetap mengarah ke tujuan serta memfokuskan waktu pada apa yang seorang kuasai.
Buku Reallionaire mendapatkan pujian khusus dari mantan presiden Bill Clinton. Clinton menilai, buku Gray tersebut sangat bagus memotivasi generasi muda untuk berani menjadi pengusaha dan mengubah hidup mereka.
Sementara dalam buku lainnya yang berjudul Get Real Get Rich!, Gray mendobrak berbagai kebohongan tentang uang dan kesuksesan."Saya bisa dan Anda pun pasti bisa!" katanya dalam buku tersebut. Gray membongkar tujuh kebohongan yang menghalangi seseorang dari kesuksesan dan kekayaan yaitu kebohongan kerja keras, kebohongan Google & Bill Gates, kebohongan Wall Street, kebohongan utang, kebohongan uang, kebohongan selebriti dan kebohongan lahir beruntung.
Satu hal yang tidak boleh dilupakan semua orang, menurut Gray, adalah bermimpi. Gray mengajarkan kepada setiap orang untuk tidak takut memperjuangkan mimpinya karena sesungguhnya manusia lahir di dunia ini dengan mimpi masing-masing. "Hidup di dunia ini hanya satu kali, dan dengan hidup sekali itu mimpi kita harus diperjuangkan agar kita tidak menyesal."pungkasnya.
(Selengkapnya/Baca Lagi)...

Minggu

Martti Ahtisaari


MARTTI AHTISAARI

Nobel Perdamaian tahun ini terbilang istimewa karena seperti kembali ke kittah karena benar-benar diberikan kepada pelaku perdamaian. Beda dengan tahun lalu yang mengangkat isu pemanasan global (Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim dan Al Gore) atau tahun sebelumnya, tentang ekonomi kerakyatan (Mohammad Yunus). Penerima tahun ini, Martti Ahtisaari, dinilai tepat setelah kiprahnya di banyak wilayah konflik. Bekas Guru SD ini memang tak tahan melihat keributan.
...
Akhir 1970-an Martti Ahtisaari menjadi komisioner PBB yang memimpin tim perundingan untuk mempersiapkan kemerdekaan Namibia dari kekuasaan Afrika Selatan. Perundingan yang semula merencanakan kemerdekaan setidaknya tahun 1990, dipercepat oleh pemerintahan Presiden Reagan pada 1980. Alasannya Reagan ingin tentara Kuba pergi dari Angola, tetangga Namibia di sebelah utara. Ia ingin memastikan kemerdekaan Namibia sebagai pertukaran dengan Kuba yang merupakan perpanjangan Uni Soviet. Akhirnya, meski perlu waktu kemerdekaan Namibia pada 1989 diakui oleh lima negara yaitu Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis dan Jerman. Sebagai wujud rasa terima kasih mereka, Ahtisaari dinobatkan menjadi warganegara kehormatan Namibia.
Pada 1993, ia diutus Sekjen PBB ke negara-negara bekas Yugoslavia yang sebagian masih berkonflik. Sayang, tugas ini berhenti saat ia dipilih menjadi Presiden Finlandia (1994-2000). Tapi di masa jabatannya, ia meneruskan upaya perdamaian di Kosovo. Ia membujuk Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic untuk menerima syarat perdamaian bagi wilayah Kosovo seperti diajukan PBB. Pada masa jabatannya pula ia memprakarsai masuknya Finlandia ke Uni Eropa. Setelah itu, ia mengundang Presiden Rusia Boris Yeltsin dan presiden AS Bill Clinton ke Finlandia. Setelah tidak memperpanjang jabatan kepresidenan, pada 2000-2001 ia bersama Cyril Ramaphosa dari Independent International Comission on Decommissioning, memeriksa proses perlucutan senjata Tentara Pembebasan Irlandia (IRA) sebagai bagian dari proses perdamaian Irlandia Utara.
Lepas dari jabatan presiden ia mendirikan lembaga perdamaian Crisis Management Inisiative, dan berperan dalam proses perdamaian Aceh pada awal 2005. Konflik Aceh yang telah berlangsung 30 tahun pun berakhir dengan Kesepakatan Helsinki pada 15 Agustus 2005. Ia kemudian meneruskan pekerjaannya di Kosovo hingga mengantarkan kemerdekaan negeri itu dari Serbia pada Februari 2008.
"Saya masih ingin terus melanjutkan kerja meski kadang sadar usia sudah tidak muda lagi" kata pria berusia 71 tahun ini.
Nama lengkapnya Martti Oiva Kalevi Ahtisaari. Lahir di Viipuri, Finlandia (sekarang daerah itu menjadi bagian dari Rusia bernama Vyborg), pada 23 Juni 1937. Ayahnya, Oiva, asli Nowergia dengan nama keluarga Adolfsen. Pada 1929 ia pindah ke Finlandia, dan tahun 1937 mengganti nama belakangnya menjadi Ahtisaari yang khas Finlandia. Saat pecah Continuation War, perang "pinggiran PD II" antara Finlandia dan Uni Soviet (1941-1944), Oiva maju ke front sebagai ahli mesin peralatan perang Angkatan Darat.
Karena bahaya perang, Tyyne, istri Oiva alias ibu Martti, membawa Martti pindah ke Kuopio. Di kota kecil ini Martti masuk sekolah dasar Kuopion Lyseo dan menghabiskan masa kecilnya.
Tahun 1952 Oiva membawa keluarganya pindah ke Oulu untuk mencari pekerjaan. Di kota itu Martti tumbuh menjadi remaja yang aktif di organisasi pemuda Kristwn YMCA.
Martti juga kena wajib militer. Bahkan setelah program Wamil ia meneruskan karier ketentaraan. Wikipedia mencatat, pangkat terakhir dia sebelum keluar dari ketentaraan adalah Kapten pada Korps Cadangan AD Finlandia.
Ketika masih di militer, bayangan untuk menjadi guru, cita-citanya sejak lama, seiring muncul. Martti pun mendaftar ke sekolah calon guru di Oulu, dan ia menjalani kuliah jarak jauh. Dua tahun kemudian, 1959, ia lulus. Martti Ahtisaari menjadi guru SD. Sebagai guru ia tak ingin jadi guru yang biasa-biasa saja. Ia ingin menjadi guru berprestasi dan berwawasan. Ia pergi ke Karachi, Pakistan, untuk memimpin pendirian pusat pelatihan calon guru olahraga bagi sekolah-sekolah yang dikelola YMCA. Martti tak hanya mengurusi pemondokan peserta, ia juga mengajar para calon guru. Bagi Martti, pengalaman di Pakistan telah membuka wawasannya tentang lingkungan dan pergaulan internasional. Pekerjaan mengajar pun dirasanya cocok.
Tahun 1963 ia kembali ke Finlandia. Tidak pulang ke kota asalnya, tapi ke Helsinki. Tetap mengajar disekolah, meski ia juga menambah wawasan dengan masuk ke Helsinki Polytechnic. Di ibukota, ia aktif di LSM yang membantu negara-negara berkembang, juga bergabung dengan organisasi pelajar/mahasiswa internasional (AIESEC).
Tapi keasyikan dalam pergaulan internasional menyebabkan pekerjaan sebagai guru terlantar. Lama-lama ia bahkan tak bisa tekun meneruskan karier mengajar. Pergaulan internasional, khususnya diplomasi makin menarik hati Martti. Maka pada 1965 ia melamar ke Departemen Luar Negeri Finlandia. Ia ditempatkan di Biro Bantuan Pembangunan Internasional, bagian yang beberapa tahun kemudian ia pimpin.
Di Deplu pula Martti bertemu dengan Eeva Irmeli Hyvarinen, gadis yang usianya lebih tua. Pada 1968 keduanya menikah, kemudian memiliki anak tunggal, Marko Ahtisaari, yang kini dikenal sebagai produser musik dan musisi terkenal.
Tugas di Departemen Luar Negeri mengantarkannya pada posisi wakil pemerintah Finlandia di PBB (1977-1981). Bahkan di masa-masa kemudian, sekalipun tidak lagi menjadi wakil negaranya, ia terpilih menjadi staf Sekjen PBB. Ia memimpin misi transisi bagi kemerdekaan Namibia dari kekuasaan Afrika Selatan.
Karena perannya yang cukup besar, banyak pihak di Afrika Selatan yang benci padanya. Civil Cooperation Bureau ( lembaga intelijen Afrika Selatan ) belakangan membuka cerita, Ahtisaari pernah menjadi target penculikan. Tidak untuk dibunuh tapi "diamankan" agar proses pelepasan Namibia dari Afrika Selatan gagal. Tapi sejarah telah terjadi, Namibia merdeka.
Tahun 1993 ia dicalonkan Partai Sosial Demokrat untuk jabatan Presiden Finlandia. Ia kemudian menang dan terpilih menjadi Presiden.
Tapi "naluri" diplomatiknya tetap tinggi, ia dianggap terlalu ikut campur kebijakan luar negeri Perdana Menteri Asko Acho. Langkah pertama yang dilakukannya adalah mengawal referendum yang menghasilkan 56% rakyat Finlandia setuju bergabung dengan Uni Eropa.
Mungkin mirip Gus Dur saat menjabat Presiden RI, Ahtisaari juga banyak melakukan kunjungan. Di dalam negeri dan lebih-lebih ke luar negeri. Pers menjulukinya "Matka-Mara" (Mara yang suka bepergian). Mara adalah nama julukan Ahtisaari.
Pada 1998 ia menganugerahkan medali kehormatan kepada Menteri Kehutanan RI dan sebuah perusahaan raksasa kelapa sawit Indonesia. Langkah itu berbuntut dengan kecaman, baik dari masyarakat Finlandia maupun LSM. Indonesia dinilai banyak melakukan pelanggaran HAM, dan perkebunan kelapa sawit adalah kontributor terbesar perusakan hutan Indonesia.
Menghadapi tantangan yang makin kuat di dalam negeri, Ahtisaari tak mencalonkan diri lagi pada Pilpres tahun 2000. Sejak itu konstitusi Finlandia berubah, tak lagi memberi kekuasaan terlalu besar pada Presiden.
Crisis Management Initiative (CMI), lembaga independen yang bergerak dalam resolusi konflik di seluruh dunia, dia dirikan selepas dari jabatan Presiden. Kiprah pertama adalah mengiringi proses perdamaian di Irlandia (2000-2001).
Tahun 2003, sesaat setelah bom meledak di Baghdad, Irak, ia memimpin misi PBB untuk menyelidiki.
Pada 2005 Ahtisaari menjadi tuan rumah proses perdamaian antara pemerintah RI dengan GAM. Pemerintah RI diwakili Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin dan GAM diwakili PM Malik Mahmud. Niat baik kedua pihak yang semula ditangkap Wakil Presiden Jusuf Kalla, diteruskan ke CMI untuk ditindaklanjuti.
Ketika ide perdamaian baru digulirkan, Ahtisaari sudah mengambil posisi teguh bahwa perdamaian harus ditegakkan. Ia mempelajari riwayat perselisihan senjata antara pemerintah RI dengan GAM, dan menilai bahwa konflik 30 tahun itu harus dihentikan.
"Saya menjadi penengah. Saya mencoba melihat segala kemungkinan jalan kompromi. Walaupun hati saya menghendaki keutuhan negara RI, tapi itu tidak saya cetuskan. Saya bersikap seperti kertas polos naif," kata Ahtisaari.
Ia menampung setiap aspirasi yang tertuang dalam draft kesepakatan, namun tetap teguh memegang prinsip-prinsip dasar agar kedua belah pihak bisa saling menerima. Ada sejumlah revisi dan lebih banyak lagi kompromi, " Itu perlu komitmen yang sangat kuat." tambah Ahtisaari.
Akhirnya sejarah mencatat kesepakatan damai antara RI dengan GAM yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005. Sejak itu tak ada lagi konflik di Aceh, dan semua pihak sepakat untuk mewujudkan perdamaian permanen.
Ahtisaari tak menghentikan langkahnya di sana. Ia pun mengalihkan perhatian ke Kosovo. Berbeda dengan Aceh yang ia jaga agar tak ada opsi kemerdekaan, di Kosovo ia justru melihat besarnya peluang merdeka sebagai cara utama mengakhiri konflik. Itu sama dengan yang 20-an tahun lalu ia lakukan terhadap Namibia.
"Namibia dan Kosovo berbeda dengan Indonesia. Kedua negara itu memiliki latar belakang sebagai bagian yang terpisah, dari etnis yang berbeda pula. Sedangkan Aceh, dalam sejarahnya memang bagian dari Indonesia."
Tanggal 10 Desember ini, di Oslo City Hall, Norwegia, Martti Ahtisaari menerima Anugerah Nobel Perdamain 2008. Berupa sebuah medali, sebuah diploma pribadi, dan uang 10 juta kronor Swedia ( setara AS $ 1,4 juta alias 15 miliar kurs November 2008 ). Selain berterima kasih kepada komite seleksi yang telah memilihnya, ia juga berterus terang akan memanfaatkan uang itu untuk kelangsungan kegiatan CMI. "Dana kadang menjadi penghalang besar aktifitas kami. Maka saya akan memanfaatkan hadiah ini untuk menggerakkan roda CMI agar terus berputar," katanya seperti dilansir AFP.
Bagi Pemerintah Indonesia, jasa Ahtisaari tentu sangat besar dalam perannya menjadi penengah konflik Aceh. Bagi eks GAM yang kini membentuk Komite Peralihan Aceh (KPA), ia benar-benar seorang juru damai yang akhirnya muncul setelah lelah berperang. Tiga puluh tahun adalah masa yang berat dan melelahkan, sama dengan waktu yang telah dihabiskan sang juru damai Ahtisaari menjadi mediator di banyak wilayah konflik.
"Ia layak menerima Nobel. Ia sangat sabar untuk memediasi perundingan yang akhirnya berakhir dengan perdamaian. Komitmennya begitu besar untuk mewujudkan perdamaian di Aceh," komentar juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Ibrahim Syamsuddin dalam Acehlong.com.
(Selengkapnya/Baca Lagi)...

Abraham Lincoln

ABRAHAM LINCOLN

Bagi rakyat Amerika Serikat, Abraham Lincoln (1809-1865) bukan sekedar Bapak Bangsa yang berani dan teguh memperjuangkan kesetaraan. Tapi juga pemimpin yang karakternya dimatangkan oleh asam garam keberhasilan dan kegagalan. Tak salah ia didapuk sebagai Presiden AS terhebat sepanjang sejarah.
Butuh waktu bertahun-tahun buat Lincoln dalam meniti kerja politiknya, hingga akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke-16. Kegagalan bukan cuma satu dua kali ia alami, tapi semuanya tak membuatnya mundur. Justru kesaratan pengalaman itulah yang akhirnya mengantarkan dia sebagai presiden yang disegani.
...
Sebagai politisi, Lincoln banyak menyampaikan pandangan teguhnya menyangkut kesetaraan, antiperbudakan, juga soal campur tangan pemerintah saat mekanisme pasar gagal. Prinsip dan pandangan-pandangan Lincoln perihal kesetaraan dan anti perbudakan boleh jadi dipengaruhi oleh latar belakangnya sebagai "orang biasa". Kedua orang tua Abe Lincoln -begitu ia akrab disapa- Thomas Lincoln dan Nancy Hanks adalah budak yang tak pernah mengecap bangku sekolah.
Lincoln sendiri dilahirkan di sebuah rumah kecil (banyak juga yang menyebutnya gubuk) di selatan Hardin County, Kentucky, pada 12 February 1809. Mereka sempat pindah ke Indiana, sebelum akhirnya Lincoln pergi ke Illinois untuk memulai hidup baru. Nancy Hanks meninggal karena sakit, ketika Lincoln baru sembilan tahun. Beruntung, Thomas mendapatkan Ibu baru yang tak kalah baik dari Hanks. Namanya Sarah Bush Johnston. Belakangan Lincoln mengakui, ia sangat kompak dengan ibu tirinya itu. Justru dengan bapak kandungnya sendiri, hubungan Lincoln tak terlalu dekat.
Kendati tumbuh dari keluarga miskin, ia berhasil mengenyam pendidikan (meski cuma sekitar setahun). Sadar pada keterbatasannya dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, Lincoln mencoba mendapatkan sebanyak mungkin bahan bacaan dan menggali ilmu dari banyak sumber. Sampai akhirnya, ia berhasil membangun keluarga mapan, dan mengukir sejarah di dunia politik.

Tolak jabatan Gubernur
Kerja politik Lincoln diawali tahun 1832, saat ia baru berusia 23 tahun. Lincoln mengikuti pemilihan anggota Majelis Umum di negara bagian Illinois. Ia kalah dalam pemilihan itu. Kekalahan itu merupakan pukulan berat kedua yang diterimanya selama dua tahun berturut-turut. Setahun sebelumnya ia mengalami kebangkrutan dalam bisnis.
Tapi Lincoln tak patah semangat. Tahun 1834 alias dua tahun kemudian, ia kembali ke panggung politik untuk mengikuti pemilihan anggota DPR di Illinois. Kali ini perjuangannya berbuah sukses. Ia memenangkan pemilihan. Sejak itu Lincoln memperdalam ilmu Hukumnya dan berhasil memperoleh lisensi sebagai pengacara pada 1837. Pada usia begitu muda, 28 tahun, Abraham Lincoln sudah dikenal sebagai salah satu pengacara paling andal pada masa itu.
Banyak orang terkesima menyimak kepiawaiannya merangkai closing argument. Tahun. Tahun 1841, ia berkongsi dengan William Herndon -teman separtainya di Whig Party- membangun sebuah firma hukum. Seiring dengan itu, Lincoln berhasil memenangkan pemilihan DPR Illinois empat kali berturut-turut.
Tahun 1840, saat menginjak usia 31, ia sempat mengikuti pemilihan anggota senat, namun kalah. Seolah tidak mengenal kata kapok, dua tahun kemudian Lincoln kembali mengikuti pemilihan anggota kongres. Hasilnya? Lagi-lagi gagal. Jika yang mengalami orang "normal", dua kali kegagalan itu mungkin sudah cukup bikin frustasi. Tapi Lincoln, yang pada 4 November 1842 menikahi Mary Todd, gadis asal Kentucky, bukanlah "orang normal". Ia melihat kegagalan itu bukan akhir dari karier politiknya.
Pada tahun 1846 (37 tahun), Lincoln akhirnya terpilih menjadi anggota DPR AS. Namun, disitu lagi-lagi ia harus mengalami hantaman politik. Sebagai anggota DPR, ia mengkritik kebijakan Presiden Polk yang mencanangkan perang terhadap Meksiko. Ia menantang Presiden Polk untuk membuktikan kebenaran alasan yang digunakan Polk, yaitu Meksiko telah membunuhi orang-orang AS di wilayah AS sendiri. Kritik kerasnya itu tidak mendapat dukungan di parlemen. Bahkan, ia kemudian kehilangan simpati dari warga di negara bagiannya sendiri.
Selepas dari masa keanggotaannya di DPR, Lincoln meneruskan kerja politiknya dengan menjadi tim sukses calon presiden Zachary Taylor pada 1848. Banting tulang Lincoln dan timnya tidak sia-sia, Taylor berhasil menduduki kursi presiden. Pada masa akhir pemerintahan Taylor, Lincoln sempat ditawari untuk menduduki jabatan gubernur di Oregon. Tetapi Lincoln menolaknya dan lebih memilih melanjutkan profesinya sebagai pengacara.

Terdongkrak pidato mengesankan
Pekerjaan sebagai pengacara membuat Lincoln, untuk sementara "tersingkirkan" dari kehidupan politik. Ia berpraktik sebagai pengacara dari pengadilan di satu tempat ke tempat lain. Namun suatu ketika, kangennya pada dunia politik pecah juga. Pada 1854 (saat itu umurnya 45 tahun), Lincoln kembali ke tengah publik untuk menentang praktik perbudakan. Ia berpidato di tengah-tengah massa dengan mengangkat nilai moral, politik, dan ekonomi sebagai argumen terhadap praktik perbudakan. Pidato tanggal 16 Oktober itu sangat mengesankan dan dikenal sebagai "Peoria Speech".
Seusai pidato itu, nama Lincoln kembali berkibar di dunia politik. Berkat pandangan-pandangan Lincoln tentang hidup dalam kesetaraan, ia mulai dikenal publik dan pelaku politik sebagai tokoh perlawanan atas praktek perbudakan. Isu ini kebetulan bersesuaian dengan plan form yang diusung partai Republik, sebuah partai baru pada saat itu. Maka, ia pun kemudian bergabung dengan partai Republik.
Sebagai politisi di partai Republik, Lincoln kembali harus menjalani pemilihan demi pemilihan. Tahun 1854 ia sebenarnya berpeluang besar mewakili Illinois menjadi anggota senat. Akan tetapi saat itu ia lebih memilih untuk membuka jalan bagi rekan separtainya. Tahun 1856 Lincoln mengikuti nominasi pencalonan Wakil Presiden dari partai Republik, namun ia hanya berhasil menempati posisi kedua.
Walaupun "kalah", karier Lincoln sebagai politisi justru semakin meningkat. Keteguhannya untuk menentang praktik perbudakan telah membuat namanya cemerlang. Perbudakan kala itu memang menjadi salah satu isu sentral di AS. Secara garis besar, ada dua sikap atas praktik perbudakan. Kubu partai Demokrat yang dimotori oleh Stephen A. Douglas berprinsip, demokrasi menjamin keputusan warga di suatu tempat untuk meneruskan atau menolak perbudakan.
Sementara Lincoln yang menjadi corong Partai Republik mengingatkan bahwa praktik perbudakan mengancam nilai-nilai Republikanisme. Perdebatan isu itu membawa Douglas dan Lincoln berkompetisi dalam pemilihan anggota legislatif pada tahun 1858. Meskipun partai Republik memenangkan lebih banyak suara pemilih, tetapi partai Demokrat berhasil memperoleh lebih banyak kursi. Kegagalan yang sejak dulu menghampiri Lincoln, kini kembali mampir. Ia tersingkir dari pemilihan anggota senat.
Toh persaingannya dengan Douglas yang ketat dan keras banyak mengundang perhatian. Nama Lincoln mulai dikenal secara nasional. Dari politisi negara bagian, Lincoln menjelma menjadi bintang di panggung politik nasional. Ia mulai banyak diundang menyampaikan pandangan-pandangan politiknya di berbagai forum. Sampai akhirnya, lambat laun ia diterima sebagai pemimpin Partai Republik.
Menghadapi pemilihan presiden 1860, Partai Republik menjagokan Lincoln sebagai calon presiden. Dalam pemilihan itu, Lincoln kembali harus berhadapan dengan Stephen Douglas yang dicalonkan oleh Partai Demokrat. Akan tetapi berkebalikan dengan cerita sebelumnya, kali ini Lincoln sukses mengalahkan Douglas. Tanggal 6 Desember 1860, Lincoln diumumkan sebagai pemenang pemilihan presiden. Ia sekaligus menjadi orang pertama dari Paratai Republik yang memimpin negeri Paman Sam.

Menjadi negarawan
Secara resmi, Lincoln duduk di kursi kepresidenan tanggal 4 Maret 1861, saat umurnya mencapai 52 tahun. Meski sudah menduduki posisi puncak, jerih payahnya sebagai politisi tentu saja tak berakhir disitu. Pemikirannya makin bijak, terutama menyangkut persatuan dan keutuhan Amerika yang sangat dicintainya. Di saat usia melampaui stengah abad itulah, Abraham Lincoln yang amat kenyang mengenyam asam garam dunia politik, mulai bermetamorfosa dari seorang politisi menjadi seorang negarawan yang dihormati kawan maupun lawan.
Karakter itu mencuat lantaran semasa menjadi presiden, ia selalu berusaha melakukan yang terbaik. Lincoln menjadikan jabatan presiden sebagai modal untuk menyelesaikan satu persatu persoalan yang tengah dihadapi negeri dan bangsanya.
Masalah pertama yang harus dihadapinya adalah ancaman perpecahan dan perang saudara. Persoalan ini bahkan sudah harus dipikirkan pemecahannya oleh Lincoln sebelum pelantikan. Tanggal 1 Februari 1861 tujuh negara bagian memproklamirkan diri menjadi negara konfederasi Amerika. Lincoln tidak mengakui proklamasi itu. Tak ayal, ia harus menghadapi ancaman pembunuhan di Baltimore menjelang akhir Februari 1861.
Akan tetapi, dengan kematangan pengalamannya, secara bertahap Lincoln mampu mengatasi ancaman perpecahan dan menjaga keutuhan AS. Selain itu, sesuai dengan prinsip antiperbudakan yang dipegangnya teguh, Presiden Lincoln mengeluarkan dua dekrit eksekutif yang disebut sebagai dekrit Emancipation Proclamation. Dekrit yang pertama diterbitkan pada 22 September 1862, sedangkan yang kedua pada 1 Januari 1863. Dekrit itu dikeluarkan dalam dua tahap karena konteks dan situasi Perang saudara yang sedang dihadapi negara AS pada saat itu.
Pada 1864, di usia 55 tahun, Lincoln terpilih kembali sebagai presiden Amerika Serikat. Ketika mendekati akhir peperangan, Lincoln bersikap moderat terhadap gagasan rekonstruksi, yaitu mendambakan persatuan kembali bangsa melalui kebijakan rekonsiliasi yang lunak. Sayangnya, "musuh-musuh" Lincoln di luar sana rupanya tak punya cukup kesabaran untuk melihat Amerika betul-betul bersatu dan menikmati hidup dalam kesetaraan di bawah pimpinan Lincoln.
Pada 14 April 1865, Abraham Lincoln tertembak di Ford Theatre, Washington, dan meninggal keesokan harinya. Sang Pembunuh, John Wilkes Booth adalah salah seorang pendukung konfederasi yang menentang diserahkannya tentara Konfederasi kepada Pemerintah setelah berakhirnya perang saudara.
Tragis, setelah memimpin bangsanya keluar dari kemelut, Lincoln justru menjadi presiden AS pertama yang tewas dibunuh. Sebagai politisi maupun negarawan, bapak dari empat anak (Robert Todd Lincoln, Edward Lincoln, Willie Lincoln, dan Tad Lincoln) ini memang tak pernah jeri dan selalu optimistis. Seperti penggalan ucapannya, "Let us have faith that right makes might..., let us to the dare to do our duty as we understand it." Tak ada yang bisa mengalangi Lincoln saat menjalankan tugas, tak juga ancaman senjata, yang akhirnya merenggut nyawa sang presiden berjenggot.
Kisah Lincoln akan dikenang banyak orang dengan banyak alasan. Salah satunya, Lincoln telah menunjukkan kepada kita bahwa menjadi pemimpin adalah berjuang mempertahankan prinsip dan tak lelah mewujudkannya. Pemimpin bukan pemimpi yang terbangun dari tidur.

oleh Willie Purna Samadhi.
Dikutip dari Intisari edisi April 2009

(Selengkapnya/Baca Lagi)...

Senin

Kisah Oprah Winfrey

Oprah Gail Winfrey adalah seorang selebriti dan pengusaha Amerika Serikat yang namanya melambung setelah membawakan sebuah acara bincang-bincang yang sangat populer, The Oprah Winfrey Show.

Dengan kekayaan sekitar 1,3 milyar dolar AS, ia masuk dalam daftar milyarder di dunia.
...


Masa Kecil Oprah
Oprah lahir pada tanggal 29 Januari 1954 di Kosciusko, Mississippi, ia dibesarkan di sebuah perternakan oleh neneknya yang keras (Hattie Mae) selama enam tahun.

Ketika berusia enam tahun, ibunya, Vernita, mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di Milwaukee, Wisconsin dan akhirnya mengambil Oprah kembali dari neneknya. Di Milwaukee, ia harus tinggal dalam satu kamar bersama ibu dan dua saudara tiri, laki – laki dan perempuan. Setiap hari Vernita meninggalkan anak-anak itu pagi-pagi sekali dan baru pulang pada malam hari, sehingga ia tidak punya waktu untuk keluarganya.

Agar ibunya memperhatikannya, Oprah sering kabur dari rumah. Pada usianya yang ke-9, ia mengalami pelecehan seksual oleh sepupunya yang berusia 19 tahun yang sedang bertugas menjaganya. Oprah yakin itu kesalahannya dan tidak menceritakan apa yang ia alami kepada siapapun.

Menginjak usia 14 tahun, Oprah hamil dan bayinya meninggal tidak lama setelah dilahirkan. Ketika Oprah melarikan diri selama satu minggu, ibunya memutuskan untuk mengirim Oprah hidup bersama ayahnya di Nashville. Oprah yang benar–benar takut dengan ayahnya, kalau sampai ia sanggup tinggal bersama ayahnya, ia akan merubah hidupnya, ia akan menunjukan siapa dia yang sebenarnya.


Masa Remaja
Pada umur 14 tahun, Oprah tinggal bersama ayahnya (Vernon Winfrey) dan ibu tiri nya (Zelma) yang merupakan anggota terhormat masyarakat Tennessee.

Ayah Oprah tidak bisa mentoleransi sikap negatif Oprah atau nilai sekolahnya yang buruk. Oprah memperoleh nilai – nilai C di Milwaukee, tetapi hanya nilai A yang bisa diterima oleh ayahnya.

Awalnya, Oprah benci pada aturan tegas dan harapan tinggi mereka. Tapi, ternyata justru itulah yang ia perlukan, orangtua yang membuat peraturan dan menerapkannya dengan tegas, tapi juga memberikan cinta dan perhatian yang diinginkannya. Oprah pun bangkit.

Tidak saja nilai sekolahnya yang meroket, Oprah juga jadi lebih ramah dan populer daripada sebelumnya.

Pada usia 16 tahun, Oprah menempuh perjalanan ke Los Angeles untuk menjadi pembicara di suatu gereja.

Pada usia 17 tahun, dia memperoleh pekerjaan pertamanya di dunia pertunjukan sebagai penyiar berita di stasiun radio lokal. Mereka bahkan membayarnya $100 per minggu, yang terhitung besar buat siswa sekolah menengah pada tahun 1970-an.Pada usianya yang ke-19, ia ditemukan oleh sebuah stasiun televisi di Nashille untuk dipekerjakan sebagi wartawan dan penyiar berita.


Puncak Kejayaan

The Oprah Winfrey Show
Pada 1976, Oprah menjadi pembawa acara TV di Baltimore dan kemudian dipromosikan sebagai pendamping pemandu acara bincang-bincang pagi (talk show) yang bernama People Are Talking (Orang–orang Mulai Berbicara).

Pada 1984, Oprah mendapatkan terobosan besar. Dia diminta menjadi pemandu acaranya sendiri disebuah Chicago. Acara A. M. Chicago mengudara pada waktu yang sama dengan acara Phill Donahue Show yang populer.tetapi tidak butuh waktu lama bagi Oprah untuk menurunkan Phill dan takhtanya. Dalam waktu singkat dia menjadi bintang di 120 kota besar di seluruh Amerika.

The Oprah Winfrey Show membuat debut nasional pertamanya pada tahun 1986, dan meraih sukses dengan cepat dengan menjadi pertunjukan yang paling populer di televisi, menjadikannya wanita kulit hitam yang bangkit dari kemiskinan dan menjadi bintang dengan bayaran tertinggi.

The Oprah Winfrey Show menjadi talk show nomer satu saat itu,Acara ini di tonton oleh 48 juta pemirsa setiap minggunya di Amerika dan disiarkan secara internasional di 126 negara.


Pendiri Majalah dan Direktur Editorial
Pada bulan April tahun 2000, Oprah dan Majalah Hearts memperkenalkan O, The Oprah Magazine,Majalah tersebut menjadi majalah yang sukses dalam sejarah penerbitan dengan sirkulasi 2,3 juta pembaca setiap bulannya.

Di April 2002, Oprah meluncurkan edisi pertama internasional dari O, The Oprah Magazine di Afrika Selatan.


Aktris dan Produser
Oprah merealisasikan impian masa kanak-kanaknya untuk menjadi seorang bintang film, dengan berakting dalam drama milik beberapa penulis brilian, melalui perusahaan filmnya, Harpo Productions:

The Color Purple (1985)
Native Son, The Women of Brewster Place (1989)
Before Women Had Wings(1997)
Beloved (1998)
Oprah juga menjadi Produser Broadway theatre "The Color Purple", membuat situsnya sendiri (oprah.com), dan memiliki radio satelit Oprah and Friends.


Penghargaan-penghargaan yang diperoleh Oprah:
2006
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di Seluruh Dunia.
Library Lion 2006 dari Perpustakaan Publik New York (The New York Public Library).
2005
2005 National Freedom Award dari Musium Hak-hak Sipil Nasional (National Civil Rights Museum)
National Association for the Advancement of Colored People — Hall of Fame
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di Seluruh Dunia.
2005 International Emmy Founders Award dari International Academy of Television Arts & Sciences.
2004
Penghargaan Global Aksi-aksi Kemanusiaan (Global Humanitarian Action Award ) dari Asosiasi PBB Amerika (United Nations Association of the United States of America)
Penghargaan atas Jasa Terhormat (Distinguished Service Award) dari Asosiasi Penyiaran Nasional (National Association of Broadcasters)
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di Seluruh Dunia.
2003
Association of American Publishers – AAP Honors Award
2002
54th Annual Primetime Emmy Awards® – Bob Hope Humanitarian Award
Broadcasting & Cable – Hall of Fame
1999
National Book Foundation – 50th Anniversary Gold Medal
1998
National Academy of Television Arts & Sciences® – Lifetime Achievement Award
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di abad ke 20th.
1997
Newsweek – Most Important Person in Books and Media
TV Guide – Television Performer of the Year
1996
International Radio & Television Society Foundation – Gold Medal Award
George Foster Peabody Awards – 1995
Individual Achievement Award

Oprah dan Hermès
Pada bulan Juni 2005, Oprah yang berada di Paris, Perancis dilarang masuk ke salah satu toko Hermès oleh salah satu karyawan toko tersebut karena mereka sedang mengalami masalah dengan orang-orang dari Afrika Utara. Media massa memberitakan bahwa Oprah datang saat toko akan tutup dan dilarang masuk untuk membeli sebuah tas namun dalam talk show-nya, Oprah menyatakan dan dibenarkan oleh CEO Hermès Amerika Serikat, Robert Chavez, bahwa ia datang pada waktu menjelang tutup namun toko masih melayani pelanggan dan saat ia masuk, ada karyawan Hermès yang mengamatinya dan kemudian melarangnya masuk karena ia tidak tahu Oprah dan pada saat itu Oprah tidak sedang berdandan.


Fakta
Tahukah Anda, bahwa nama Oprah Winfrey sebetulnya adalah kesalahan eja? Orangtuanya bermaksud menamainya Orpah, seperti yang terdapat di dalam Alkitab, tetapi sang bidan yang mencatat kelahiran itu tidak dapat mengeja dengan baik, sehingga namanya menjadi Oprah Winfrey.

(Selengkapnya/Baca Lagi)...